Tragedi Mulyorejo – Surabaya

ANALISIS

TRAGEDI MULYOREJO – SURABAYA

Kasus Sekeluarga Bunuh Ibu

(Surya-Hari kamis bulan maret tahun 2008)

Oleh: Mochamad Soef, SH., S.HI


DISKRIPSI KASUS

Pada Hari rabu tanggal 5 bulan Maret 2008 sekitar jam 2 malam, H. Achmad Syaihu (48 tahun), Istrinya Hj. Yahilu Mukorobah (40 tahun), dan anaknya M. Junaedi (20 tahun) pemembunuh terhadap Ny Aisyah (73 tahun). Yaitu proses pembunuhan tersebut telah direncanakan oleh ketiga tersangka dengan melakukan rapat keluarga kira-kira sejam sebelum pembunuhan dikakukan oleh para pelaku. Pembunuhan dilakukan oleh para pelaku sekitar pukul 03.00 WIB menjelang subuh dengan mendatangi kamar korban, pada saat itu Syaihu berinisiatif untuk membekap dengan bantal yang dibantu oleh Junaedi dan diteruskan oleh Junaedi sampai Neneknya meninggal dengan membekap bantal terusmenerus, karena Syaihu tidak tega lalu pergi sholat, kejadian sempat disaksikan oleh Yahilu kemudian pergi untuk mengaji karena tidak tega.

PASAL YANG DIGUNAKAN

Ketentuan Kasus diatas dalam KUHP tentang Pembunuhan adalah sebagai berikut;

Ketiga pelaku pembunuhan dikenakan pasal 340 jo pasal 338 KUHP, yaitu Pembunuhan Berencana. Dengan unsur-unsur sebagai berikut:

1.Sengaja merampas nyawa orang lain;

2.Pembunuhan dilakukan dengan rencana (moord) terlebih dahulu;

Pembunuhan dengan rencana (moord) yang dimaksud adalah dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dengan terlebih dahulu direncanakan. Unsur-unsur tersebut adalah menghilangkan nyawa orang lain dengan rencana, sehingga mengakibatkan matinya korban.

URAIAN UNSUR-UNSUR YANG DIKENAKAN

Unsur-unsur yang ada dalam tindak pidana pembunuhan berencana, antara lain adalah Unsur-unsur yang terdapat dalam Pasal 340 jo pasal 338 KUHP (Pembunuhan Berencana);

a.Unsur Obyektif

Ny Aisyah (73 tahun), sekaligus Ibu kandung dari H. Achmad Syaihu (48 tahun) suami Hj. Yahilu Mukorobah (40 tahun) dan sekaligus Nenek M. Junaedi (20 tahun);

b.Unsur Subyektif

Dengan maksud

Terdapat unsur kesengajaan dalam tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh para pelaku. Para pelaku memang sengaja, bertujuan untuk melakukan pembunuhan dengan direncanakan sebelumnya. Pada saat pembekapan tersebut mengetahui secara sadar bahwa tindakan yang telah dilakukan oleh para pelaku akibatnya hilangnya nyawa korban;

Untuk membunuh atau menghilangkan nyawa dengan sengaja

Merampas nyawa dengan sengaja atau lebih tepatnya para pelaku menghilangkan nyawa orang lain (Ny Aisyah) sehingga menyebabkan kematian dengan sebenar-benarnya;

Secara melawan hukum

Esensi melawan hukum adalah bertentangan dengan hukum, baik hukum dalam arti obyektif maupun subyektif, baik hukum tertulis maupun tidak tertulis. Dalam hal ini, tindak Pidana Pembunuhan Berencana tersebut bertentangan dengan Pasal 340 jo pasal 338 KUHP;

Kesimpulan

Bahwa pelaku pembunuhan tersebut (H. Achmad Syaihu (48 tahun ) , Istrinya Hj. Yahilu Mukorobah (40 tahun) dan M. Junaedi (20 tahun)) terhadap neneknya Ny Aisyah, dapat dijerat dengan Pasal 340 jo pasal 338 KUHP dengan pembunuhan berencana. Yang mana dapat diancam pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu atau pidana penjara lima belas (15) tahun penjara atau pidana penjara paling lama dua puluh (20) tahun penjara;

2.Ketentua dalam KUHP tentang penyertaan (Pasal 55 dan pasal 56 KUHP)

Bahwa para pelaku (H. Achmad Syaihu (48 tahun ) dan Istrinya Hj. Yahilu Mukorobah (40 tahun) dalam pembunuhan Ny Aisyah dapat dijerat pasal 55  dan 56 KUHP karena mereka menyuruh, yang ikut serta dan penganjuran pelaku (M. Junaedi) untuk melakukan pembunuhan terhadap korban yaitu dengan melakukan rapat siasat sebelumnya untuk membunuh korban;

Bahwa Syaihu dan Yahilu pelaku, menyuruh dan memberi kesempatan dan saran anaknya M. Junaedi meneruskan dalam aksi pembunuhan terhadap Ny Aisyah karena mereka tidak tega untuk membunuh Ibunya mertuanya sendiri;

Pelaku tersebut dapat dikenakan pidana karena mereka merupakan pembuat (dader) tindakan pidana dan sekaligus sebagai pembantu (medeplichtige) suatu kejahatan, yang sebagaimana sesuai dengan ketentuan pasal 55 dan pasal 56 KUHP tentang pembuat dan pembantu tindak kejahatan. Yaitu kejahatan menghilangkan nyawa orang lain;

Kesimpulan, Bahwa pelaku tersebut dapat dikatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum, dengan melakukan tindak kejahatan sebagaimana ketentuan-ketentuan yang termaktub dalam pasal 55 dan pasal 56 KUHP tentang tindak kejahatan;

One Response

  1. trim’s banyak infonya, ngebantu banget buat tugas saya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: