Dasar-dasar Etika dan Moralitas

Resensi
Oleh: Mochamad Soef,SH., S.HI

Judul : Dasar-dasar Etika dan Moralitas
Penulis : I Gede A. B.Wiran
Cetakan : 1, 2005
Tebal : 457 halaman

Etika dan filsafat moral mempunyai tujuan untuk menerangkan hakikat kebaikan, kebenaran, dan keburukan atau kejahatan. Manusia selalu melakukan sebuah penilaian atas fenomena di sekitarnya, guna untuk mengetahui suatu tindakan dan perbuatan yang erat terkait dengan keyakinannya tentang baik, buruk, serta benar dan salah. Profesi tidak hanya menyangkut sebuah kepercayaan dan atau amanat individu seseorang akan tetapi juga terkait dengan kepentingan umum (public trust). Sehingga suatu perlindungan terhadap kepentingan pribadi dan kepentingan umum selain diatur oleh perangkat hukum, juga berkiblat pada aturan-aturan yang tidak tertulis yang berpusat pada hati nurani insani akan yakin sebuah kewajiban agama, etika, dan moral. Maka diharapkan terciptanya kesetaraan antara kepentingan prifat dan kepentingan public.

Negara indonesia pada dewasa ini telah dilanda krisis multidimensi sebagai perwujudan anak bangsa yang tidak mendengarkan hati nuraninya dalam berbuat di segala bidang. Maka kita harus sikapi krisis multidimensi tersebut dengan solusi membangun kembali tatanan nilai dengan berbijak pada konsep kesetaraan etika dan moral dasar, sehingga dalam perumusan hukum harus didasarka pada asumsi nilai-nilai moralitas dan prinsip-prinsip humanis terhadap para penegak hukum. Akan tetapi sangat ironis idealis penegakan hukum menjedi tercoreng disebabkan ulah para aparat hukum sendiri. Prilaku yang tidak terpuji sering dilakukan antara aparat penegak hukum dan sesama aparat penegak hukum lain. Maka terjadilah kolusi-nepotisme antara pihak-pihak yang berkepentingan sehingga menjamurlah mafia-mafia di dunia hukum dan peradilan.

Hal ini, manusia sebagai karakteristik pribadi dan konteks hubungan sosial. Manusia sebagai pribadi dalam renungannya membawa dirinya pada konsep penalaran mendalam mengenai eksistensi dirinya mengantarkan manusia berpikir ke arah filsafat. Filsafat adalah merupakan suatu induk ilmu pengetahuan, sejak 25 abad yang lalu manusia lahir diberikan kesaksian menyakinkan tentang betapa ungennya filsafat bagi manusia.

Setiap profesi termasuk hakim menggunakan sistem etika terutama untuk menyediakan struktur yang mampu menciptakan disiplin tata kerja dan menyediakan garis batas tata nilai yang dapat dijadikan pedoman para profesional untuk menyelesaikan dilema etika yang dihadapi saat menjalankan fungsi pengembanan profesinya sehari-hari.

Etika merupakan norma-norma yang dianut oleh kelompok, golongan atau masyarakat tertentu mengenai perilaku yang baik dan buruk. Lebih dari itu, etika adalah refleksi kritis dan rasional mengenai norma-norma yang terwujud dalam perilaku hidup manusia, baik secara pribadi atau kelompok. Sistem etika bagi profesional dirumuskan secara konkret dalam suatu kode etik profesi yang secara harfiah berarti etika yang ditulis. Kode etik ibarat kompas yang memberikan atau menunjukkan arah bagi suatu profesi dan sekaligus menjamin mutu moral profesi itu dalam masyarakat. Tujuan kode etik ini adalah menjunjung tinggi martabat profesi atau seperangkat kaedah perilaku sebagai pedoman yang harus dipatuhi dalam mengemban suatu profesi.

Kode etik profesi merupakan inti yang melekat pada suatu profesi, ialah kode perilaku yang memuat nilai etika dan moral. Hakim dituntut untuk profesional dan menjunjung etika profesi. Profesionalisme tanpa etika menjadikannya “bebas sayap” (vluegel vrij) dalam arti tanpa kendali dan tanpa pengarahan. Sebaliknya, etika tanpa profesionalisme menjadikannya “lumpuh sayap” (vluegel lam) dalam arti tidak maju bahkan tidak tegak. Pelanggaran atas suatu kode etik profesi tidaklah terbatas sebagai masalah internal lembaga Profesionalisme tanpa etika menjadikannya “bebas sayap” (vluegel vrij) dalam arti tanpa kendali dan tanpa pengarahan. peradilan, tetapi juga merupakan masalah masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: