Tradisi Pembelajaran Ngaji (Studi pada Masyarakat Dusun Sering Ai Mata, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa Besar)

ABSTRAK

Tradisi Pembelajaran Ngaji (Studi pada Masyarakat Dusun Sering Ai Mata, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa Besar); Muhammad Syobri; Jurusan Tarbiyah UMM.

Kata Kunci:

Tradisi, Pembelajaran, Ngaji

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran yang diterapkan dalam tradisi ngaji di Sumbawa. Selain itu, juga bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh ngaji terhadap pengetahuan agama anak. Pemilihan lembaga ngaji sebagai setting penelitian didasarkan pada banyaknya lembaga pendidikan nonformal yang berkembang dan mengikuti perkembangan zaman, terutama penggunaan metode pembelajaran, kurikulum yang baku, sehingga meningkatnya pengetahuan agama anak didik. Ngaji adalah lembaga pendidikan luar sekolah, merupakan tradisi masyarakat Sumbawa yang masih terlaksana sampai sekarang. Dalam tradisi Sumbawa, lembaga ngaji adalah aktivitas pembelajaran yang dilakukan antara dea guru (sebutan guru ngaji) dengan murid ngaji dalam pembelajaran ilmu agama.

Dalam kepenulisan ini, peneliti menggunakan penelitian deskriptif (descriptive research), yang biasa disebut juga penelitian taksonomik (taxonomic research). Metode penelitian ini digunakan untuk mengeksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti. Sedangkan subyek penelitian adalah pendiri lembaga ngaji, dea guru (guru ngaji),dan orang tua santri. pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif fasif, wawancara tak berstruktur (terbuka), dan dokumentasi. Sedangkan analisis data mengunakan analisis data kualitatif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran al-Qur’an di Lembaga Ngaji melaui perpaduan antara metode tradisional (Baghdadiyah) dan metode Iqra’ yaitu dengan cara murid hanya mendengar dan memperhatikan apa yang dibaca oleh dea guru (guru nagaji) dan kemudian mengikuti bacaannya. Sedangkan dalam materi pembelajaran agama  lainnya dibagi jadi dua yaitu pada aspek jiwa dan akal. Aspek jiwa ditanamkan pengetahuan akidah dan akhlak, sedangkan pada aspek akal ditanamkan pengetahuan fiqih dan sejarah kebudayaan Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: