Analisa Tindak Pidana Mempekerjakan Anak Di Bawah Umur Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Hukum Pidana Islam

ABSTRAK

Analisa Tindak Pidana Mempekerjakan Anak Di Bawah Umur Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Hukum Pidana Islam; Antung Rusdiana; Jurusan Syari’ah Twinning Program UMM.

Kata Kunci:

Anak, Perlindungan anak, Eksploitasi dan Pekerja anak.

Anak adalah merupakan sebuah titipan dari Allah SWT. kepada orang tua untuk merawat, menjaga, dan memeliharanya dengan baik agar anak dapat mengetahui hak dan kewajibannya dan para orang tua juga harus memberikan pendidikan jasmani, rohani, serta akal supaya anak bisa berkembang dan mampu menghadapi dan mengatasi problema hidup yang akan dia hadapi dan kelak menjadi orang yang berguna bagi dirinya sendiri dan juga bagi lingkungannya. Tetapi, fenomena yang banyak terjadi di kalangan masyarakat miskin, anak dijadikan suatu obyek untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dalam hal ini, anak disuruh bekerja di jalanan sebagai pengemis, pengamen dan lain sebagainya yang dapat menyebabkan anak tersebut menjadi anak yang hidup di jalanan dan dampaknya anak-anak tersebut bisa dimanfaatkan oleh orang-orang dewasa yang bisa menjadikan mereka suatu alat untuk di jadikan sasaran pelampiasan kemarahan mereka dan bahkan terkadang bagi anak perempuan di jadikan pelampiasan nafsu birahi mereka. Padahal di dalam undang-undang dan Al-Qur’an sudah menegaskan bahwa anak berhak mendapatkan perlindungan dari sasaran penganiayaan, penyiksaan, dan lain sebagainya.

Sehubungan dengan rumusan masalah, penulis bermaksud untuk mengetahui bagaimana kasus-kasus yang telah terjadi di masyarakat tentang eksploitasi anak dan bagaimana efektifitas undang-undang dan aparat penegak hukum untuk menangani kasus-kasus tersebut.

Di dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif, yaitu penelitian terhadap asas-asas hukum, sistematik hukum, taraf sinkronisasi vertikal dan horisontal, perbandingan hukum, dan sejarah hukum.

Hasil analisa penulis dari permasalahan eksploitasi anak ini, bahwa dalam undang-undang dan Al-Qur’an sudah dengan tegas menyebutkan tentang larangan pengeksploitasian terhadap anak dalam bentuk apapun. Tetapi, lemahnya dari aparat penegak hukum dalam menangani kasus-kasus tersebut dan tidak semua orang yang bisa diberikan tindakan hukum, sehingga para orang tua maupun agen yang mempekerjakan anak di bawah umur bisa beroperasi dengan baik, karena dengan menyuruh anak-anak bekerja di jalanan sebagai pengemis, pengamen, dan lain sebagainya, masyarakat akan merasa kasihan, sementara apabila orang tua yang bekerja di jalanan pendapatan mereka tidak sebesar pendapatan yang dihasilkan anak-anak mereka.

Para orang tua yang mempekerjakan anaknya, menganggap hal tersebut sah-sah saja, karena mereka menyuruh anak mereka sendiri untuk ikut bekerja mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan hidup dalam keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: