Strategi Baitul Mal wa Tamwil (BMT) Dalam Pengembangan Usaha Kecil Masyarakat (Studi Kasus di BMT Muamalah Syari’ah Tebuireng Jombang)

ABSTRAK

SIGIT SUBAGYO. Strategi Baitul Mal wa Tamwil (BMT) Dalam Pengembangan Usaha Kecil Masyarakat (Studi Kasus di BMT Muamalah Syari’ah Tebuireng Jombang), Jurusan Syari’ah Ekonomi Islam, STAIN Kediri, 2007.

Kata kunci:

Strategi BMT, pengembangan usaha kecil.

Mengembangkan dan membina usaha kecil bukan hal yang mudah tentunya memerlukan waktu yang panjang dan bertahap secara berkelanjutan melalui prosedur terlebih dahulu, BMT Muamalah Syari’ah Tebuireng Jombang diharapkan dapat berperan optimal dalam mendukung pengembangan usaha kecil melalui bantuan modal dan pembinaan usaha, sehingga kegiatan usaha kecil ke bawah dapat berkembang maju dan mandiri, serta mampu mengangkat dan memulihkan perekonomian dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Fokus penelitian ini adalah: 1) bagaimana usaha, strategi, serta kelebihan dan kekurangan strategi BMT Muamalah Syari’ah Tebuireng Jombang dalam pengembangan usaha kecil masyarakat? Sedangkan tujuan penelitian adalah: untuk mengetahui usaha, strategi, serta kelebihan dan kekurangan strategi BMT Muamalah Syari’ah Tebuireng Jombang dalam pengembangan usaha kecil masyarakat.

Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari informasi yang diperoleh dari manajer, karyawan dan nasabah BMT Muamalah Syari’ah Tebuireng Jombang. Prosedur pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dengan reduksi data atau penyederhanaan (data reduction), paparan atau sajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion verifikasi).

Hasil penelitian adalah 1) BMT Muamalah Syari’ah Tebuireng Jombang telah berupaya dan berusaha untuk mengembangkan usaha kecil dengan memberikan pembiayaan-pembiayaan kepada pengusaha kecil. Dengan pemberian pembiayaan ini agar dapat mengembangkan usaha riil mereka yang lebih produktif dan maju daripada sebelum mendapatkan pembiayaan dari BMT. Selain itu BMT juga memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada pengusaha kecil, agar mampu untuk mengembangkan kreatifitas yang dimilikinya. 2) Strategi BMT Mu’amalah Syari’ah Tebuireng Jombang dalam pengembangan usaha kecil dengan mengadakan penyuluhan, menjalin hubungan kerjasama, meningkatkan kualitas SDM, konsultasi usaha, memberikan dana dan motivasi, ini semua diberikan oleh BMT semata-mata agar perkembangan usahanya bisa berkembang dengan baik, sehingga dapat menopang kehidupan keluarganya. 3) Setelah BMT Mu’amalah Syari’ah Tebuireng Jombang mempunyai usaha dan strategi untuk pengembangan usaha kecil, BMT juga mempunyai kekurangan dan kelebihan dalam pengembangan usaha kecil. Kelebihan BMT Mu’amalah Syari’ah Tebuireng Jombang yaitu memberikan pembiayaan atau modal kepada pengusaha kecil dan memberikan penyuluhan-penyuluhan untuk meningkatkan kreatifitas yang dimiliki oleh pengusaha kecil. Kekurangan BMT Mu’amalah Syari’ah Tebuireng Jombang yaitu masih terbatasnya permodalan, dan kurangnya kualitas sumber daya manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: