Analisis Terhadap Pendapat Imam Asy-Syafi’i Tentang Warisan Orang Yang Hilang

ABSTRAK

AKHMAD KHOERUDIN, Analisis Terhadap Pendapat Imam Asy-Syafi’i Tentang Warisan Orang Yang Hilang, Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang.

Penelitian ini menggunakan metode Dekskriptif, dalam hal ini penulis membandingkan pendapat ulama di satu pihak dan pendapat Imam Asy-Syafi’i dilain pihak. Sebagai pendekatannya penulis mengguanakan Usul Fiqh dalam mendukung pemikirannya. Penulis juga menggunakan metode Content analisis. Dalam penelitian ini dapat penulis simpulkan bahwa Pada dasarnya pendapat Imam Asy-Syafi’i tentang warisan orang yang hilang (Mafqud) hampir sama dengan hukum perdata yang berlaku sekarang ini walaupun ada perbedaan sedikit, yaitu harus ditangguhkan sampai ada kepastian matinya yang haqiqi atau matinya secara hukum atas dasar putusan Pengadilan Agama. Imam Asy-Syafi’i memberi tenggang waktu empat tahun untuk melakukan penyelidikan. Hal ini menunjukan pendapat Imam Asy-Syafi’i masih relevan pada zaman ini karena dalam pemikiranya berasal dari jalan ijtihad dan bersumber dari hukum Islam.

Kata Kunci:

waris, Mafqud, Asy-Syafi’i

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: