Observasi Tentang Tindak Pidana Pencurian Hewan Ternak

Observasi Tentang Tindak Pidana Pencurian Hewan Ternak

Oleh: Mochamad Soef

Pak Ahmad adalah tetangga saya dia, kurang lebih berumur 57 tahun dan mempunyai istri yang bernama Wardah kira-kira berumur 49 tahun, mereka telah dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Fitri kira-kira berumuh 15 tahun, dia bersekolah di SLTP tidak jauh dari rumahnya kira-rira 2 km jauhnya, mereka bertempat tinggal di Jln. kembang Desa Plosokuning Kecamatan Pelemahan Kabupaten Kediri. Fitri setiap hari bangun pagi-pagi untuk membantu ibunya masak di dapur rumahnya dan membereskan tempat tidur. Wardah adalah sesosok Ibu rumah tangga yang patut ditiru dikarenakan dia bertanggung jawab atas kerjaan-kerjaan yang diimbannya sebagai ibu rumah tangga. Pak Ahmad adalah seorang kuli pembengkel yang mana dia setiap hari pergi kebengkel untuk bekerja dibengkelnya Pak Ali, setiap bulan Pak Ahmah mendapatkan gaji dari hasil bekerjanya. Gaji pak Ahmah cukup untuk menghidupi keluarganya dan menyekolahkan anaknya. Keluarga mereka saling berkecukupan, di karenakan Pak Ahmad masih numpang rumahnya dirumah Ibunya. Setelah berselang kira-kira lima tahun hidup bersamanya, Ibunya jahuh sakit dan dirawat dirumah sakit yang memburtuhkan banyak pengeluaran uang untuk membiayainya, harta ibunya habis dikarenakan dalam pembiayaan. Maka Pak Ahmad berjuang keras agar dapat tetap bisa membiayai walaupun dirasakannya sangat sulit sekali, dia pagi sampai siang hari bekerja dibengkelnya Pak Ali dan sore harinya dia mencoba bekerja menjadi kuli digudang disalah satu pasar didekat rumahnya kurang lebih satu kilo meter jauhnya. Ibu pak Ahmad sudah dirawat dirumah sakit selama dua bulan lamanya tetapi tidak kunjung sembuh-sembuh, maka Pak Ahmad berfikiran untuk membawa pulang Ibunya dari rumah sakit tersebut untuk menjalani rawat jalan “Observasi tentang tindak pidana pencurian hewan ternak” dirumahnya.

Semakin hari semakin parah penyakitnya dan meninggallah dia, pak Ahmad panik karena ditinggal ibunya dan dia sangat terpukul sekali. Pak Ahmad mengadakan ritual genduri atas meninggalnya Ibunya tersebut, maklum hidup berada dikalangan masyarakat Nahdiyyin yang membutuhkan tidak sedikit uang untuk membiayai acara tersebut, maka sesudah acara ritual tersebut dia ditambah bingung dikarenakan minimnya keuangan yang tersisa, meskipun dia disumbang oleh Pak Ali akan tetapi cukup untuk buat makan saja. Pada suatu hari pak Ahmad bertemu teman lamanya kira-kira enam tahun tidak ketemu dikarenakan temannya tersebut bekerja di luar kota. Teman tersebut menanyakan pada Pak Ahmad tentang pekerjaannya . Ahmad kerja apa kamu sekarang ? jawab, Pak Ahmad aku masih tetap kerja dibengkelnya pak Ali. Maka teman tersebut tersebut mengajak dia untuk ikut bekerja dengannya diluar kota yaitu bekerja di salah satu pabrik tahu, tawaran tersebut tanggapinya dan berangkatlah dia ke kota dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang layak dan dapat mencukupi kebutuhan rumah tangganya dan menyekolahkan anaknya tersebut. Tetapi selang setengah tahun kurang lebih dia diberhentikan dikarenakan pabrik tahu yang di tempatinya bekerja mengurangi kariawannya dikarenakan omsetnya menurun kalah saing dengan pabrik-pabrik yang lebih besar, maklum pabrik dia kerja didalamnya dikelola masih dikelola dengan menggunakan system tradisional yaitu dengan menggunakan alat-alat manual. Maka pulanglah dia ketempat tinggalnya, dan sekembalinya dia dari kota malahan tidak mempunyai pekerjaan yang tetap dikarenakan bengkel tempat dia bekerja semula digantikan oleh orang lain. Pak Ahmad sepulangnya dari kota berubah yang sebelumnya “Observasi tentang tindak pidana pencurian hewan ternak” dia selalu mengerjaka sholat lima waktu dalam sehari, dikarenakan terbawa teman-temannya dikota yang suka mabuk-mabukan dan suka main judi. Hari-hari Pak Ahmad dihabiskan dengan mabuk-mabukan yaitu dengan cara patungan dengan temen-temennya sekampung. Pada suatu hari Pak Ahmad ketahuan istrinya, bahwa dia berkumpul-kumpul dan bergaul dengan teman-temannya yang mayoritas pemabuk dan setiap hari pulang larut malam. Maka istrinya mengomelinnya dikarenakan tingkah lakunya yang semakin hari semakin menjadi-jadi.

Akan tetapi dia tidak memperhatikan omelan-omelan yang dilontarkan isterinya tersebut. Pada suatu hari Pak Ahmad pusing karena tidak ada uang sepeserpun untuk patungan lagi atau iuran yang mana dibelikan minuman, dan anaknya menuntut untuk bayar SPP dikarenakan sudah menunggak sekitar dua bulan lamanya belum bayar, dan memdapatkan teguran dari Kepala Sekolah ataupun guru wali kelasnya, dimana dia bersekolah. Pada suatu malam Pak Ahmad dengan Karim yaitu dia kawan karib lama, jalan-jalan yang bermaksud untuk menonton dan atau mengunjungi pasar malam yang tidak jauh dari rumah tempat tiggalnya. Dengan memakai motor buntut yang kira-kira motor tahun tujuh puluhan, mereka melewati persawahan yang luamayan luas, yang berdekatan dengan Desa Ngadirejo. Dan sepulangnya mereka dari melihat pasar malam mereka berdua melewati desa tersebut lagi tapi sesampainya dipinggiran desa mereka melihat rumah yang agak terpencil dari perumahan penduduk kampong tersebut dan setahu mereka pemilik rumah tersebut mempunyai hewan ternak sapi, maka ada niatan untuk mencuri hewan tersebut dengan pertimbangan jalan yang sepi dan tidak ada orang yang melihatnya. Dan selanjutnya mereka berdua masuk perkarangan tersebut dan “Observasi tentang tindak pidana pencurian hewan ternak” membongkar sebuah pagar yang terbuat dari bamboo yang cukup kuat, untuk membuat jalan hewan yang dicurinya. Dengan membuka tali sapi tersebut yang mana diikatkan pada sebuah tiang dan setelah tali tersebut terbuka, maka mereka bergegas untuk membawa lari sapi tersebut keluar dari pekarangan. Untungnya ada seseorang yang melintas di jalan tersebut yang mana mereka membawa sapi curian tersebut. Pada keesokan harinya ada orang yang mengaku kehilangan sapinya pada malam itu, dan dia mengadukan kekantor desa ngadirejo.

Sehingga polisi datang dan memerisa di TKP dan mencari saksi-saksi yang ada kebetulan pak suroso yang melintas pada malam tersebut menonton pada pemeriksaan TKP, maka dia memberi keterangan pada polisi bahwa dia melihat dua orang pada malam tersebut yang membawa sapi dijalan yang mana dilewatinya. Dan seterusnya polisi mengadakan pengembangan atas pernyataan pak suroso tersebut dengan mengintrogasi, dengan menanyakan ciri-ciri orang tersebut, sehingga ketemulah orang yang dimaksud dengan penyelidikan selama dua hari lamanya terhadap pak Ahmah dan karim. Ditemukan di rumahnya terdapat sebuah tali yang digunakan untuk mengikat sapi tersebut, dan dibenarkan oleh pemilik sapi tersebut bahwa tali tersebut benar-benar miliknya yang mana dinuat untuk mengikat sapinya. Maka polisi mengintrogasi kedua orang tersebut, tapi mula-mula tidak mengaku berusaha mengalihkan pembicaraan dan polisi tetap menekan dalam pengintrogasian tersebut dengan bukti-bukti yang ada, maka mereka mengakui atas perbuatannya yaitu mencuri sapi di tetangga desa.

Polisi segera membawa kedua orang tersebut dan dimasukkan sel dalam kantor polisi. “Observasi tentang tindak pidana pencurian hewan ternak” Dan mereka diadili di Pengadilan Negeri Kediri dengan tuduhan mencuri ternak (sapi) dengan cara merusak pagar, maka mereka dikenakan Pasal 363 ayat 2 yang berbunyi “Jika pencurian yang diterangkan dalam No.3 disertai dengan salah satu hal yang tersebut dalam No.4 dan 5, dijatuhi hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun.” (KUHP 35, 366, 486). Yang bunyinya pada 4e dan ayat 5e pada pasal 363 : (4e) adalah pencurian dilakukan oleh dua orang bersama-sama atau lebih. (KUHP 364), dan (5e) adalah pencurian yang dilakukan oleh tersalah dengan masuk ketempat kejahatan itu atau dapat mencapai barang untuk diambilnya, dengan jalan membongkar, memecah atau memenjat atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu atau pakai jabatan palsu. (KUHP 99s,364s). Maka pengadilan menjatuhkan hukuman kepada kedua orang tersebut dengan hukuman selama 3 tahun penjara lamanya.

Analisa Teori Causa Tindak Kriminal

Adapun teori-teori yang bias dikatagorikan dalam Causa tindak criminal, sebagai berikut: Menurut Teori Causa atau sebab kejahatan yang dilakukan oleh Pak Ahmad dengan kawannya tersebut adalah merupakan termasuk dalam teori sosialis atau teori ekonomi dikarenakan pak Ahmad mencuri dikarenakan himpitan ekonomi yang terjadi dalam keluarganya. Akan tetapi bias juga digolongkan pada teori klasik, dikarenakan dorongan kejahatan yang timbul untuk bertindak jahat dengan begitu saja karena ada kesempatan untuk melakukan tindak pencurian hewan ternak tersebut. Tapi tinakan “Observasi tentang tindak pidana pencurian hewan ternak” yang dilakukan oleh pak Ahmad tersebut dengan temannya, juga dominant dapat digolongkan kedalam teori social dikarenakan melihat kronologis, dan peristiwa-peristiwa yang melatarbelakanginya, serta dengan membaca fenomena-fenomena yang ada pada keluarga Pak Ahmad. Maka dapat disimpulkan pak Ahmad melakukan pencurian tersebut atas dasar himpitan dan tekanan ekonomi yang mana ditekan dari berbagai aspek-aspek tuntutan keluarga dan tuntutan social yang mana dapat dimasukkan dengan teori ekonomi. Yang mana dalam keluarganya sangat kekurangan, untuk mempertahankan kelangsungan rumah tangganya tersebut.

One Response

  1. […] View post:  Observasi Tentang Tindak Pidana Pencurian Hewan Ternak « Legal Justice […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: