PENYUSUNAN DAN PENGUNAAN KUESIONER

“ PENYUSUNAN DAN PENGUNAAN KUESIONER ”

Wawancara adalah salah satu cara untuk mengumpulkan data dalam penelitian masyarakat, dengan langsung menyampaikan pertanyaan secara lisan kepada warga masyarakat yang diteliti, maka ada pulanya menyampaikan pertanyaan secara tertulis. Bagian pengantar dari kuesioner yaitu yang menerangkan kepada responden maksud dari penelitian, sponsornya, serta guna dari penelitian bagi seluruh masyarakat dan kuesioner merupakan suatu daftar yang berisikan suatu rangkaian pertanyaan sesuatu hal atau dalam sesuatu bidang, guna memperoleh data berupa jawaban-jawaban dari para responden.  Suatu sifat dari kuesioner antara lain sebagai berikut :

  • Dapat mengikuti suatu sistematika yang sesuai dengan masalah yang diteliti  serta cabang ilmu sistematika yang meliputi isi  dan tata urutan pertanyaaan.
  • Semua pertanyaan sudah ditetapkan  lebih dahulu terutama mengenai isinya, maka sukar sekali dengan menangkap kuesioner, sesuatu yang kusus dalam masyarakat pada waktu dijalankan pengumpulan data.
  • Sifat kuesioner kaku tidak sedikit memberikan kelusan untuk mengubah susunan pertanyaan agar lebih cocok dengan alam pikiran atau pengetahuan para penjawab.

Cara menggunakan kuesioner yang lebih efektif adalah apabila pengisian jawaban dilakukan diuniversitas atau sekolah lain dimana para mahasiswa atau para murid  diminta menjadi responden klasikal.

PENYUSUNAN KUESIONER DAN SIFAT-SIFAT PERTANYAAN

  1. Hipotesa sebagai pangkal pertanyaantelah  dalam kuesioner dan penggunaan kuesioner biasanya berpangkal kepada satu atau beberapa masalah yang telah dirumuskan sebelumnya dalam bentuk satu atau beberapa hipotesa.
  2. Bagian pengantar dari kuesioner,sebelum kita memperdalam masalah penyusunan dari bagian yang sesungguhnya dari kuesioner, kemudian tata urut dari pertanyaan kuesioner, serta soal detil mengenai perumusan dari berbagai macam bentuk pertanyaan dalam kuesioner, maka menerangkan pada responden maksud dari penelitian, yang guna hasil penelitian untuk semua warga masyarakat.
  3. Prinsip tata urutan dari pertanyaan, bahwa kuesioner itu dapat berjalan dari pertanyaan-pertanyaan  yang mudah, ke pertanyaan-pertanyaan yang lebih sulit, untuk pada akhirnya menuju ke pertanyaan-pertanyaan yang paling sulit.
  4. Pertanyaan fakta konkret mengenai diri responden, yaitu pertanyaan-pertanyaan mengenai hal sebagai berikut : nama, tempat tinggal, jenis kelamin, umur, pendidikan, kawin atau tidak kawin, jumlah anak, agama, suku bangsa, pekerjaan, afiliasi politik dan sebagainya dari si responden.
  5. Pertanyaan penutup, yaitu pertanyaan akhir kuesioner untuk memeriksa kebenaran dari beberapa jawaban dari pertanyaan sebelumnya dalam kuesioner tersebut.
  6. Precoding, adalah pengolahan hasil atau diistilahkan  “diproses”, dengan menggunakan metode-metode kuantitatif yang ketat, atau dengan menggunakan computer.

Usaha  dalam memperoses data dalam penelitia yang bersifat kuantitatif, pada pokoknya menghitung  jawaban satu dengan jawaban yang lainnya. Dengan demikian dapat diungkapkan adanya korelasi antar jawaban, maka dapat diidentifikasi adanya sangkut-paut yang dipengaruh atau korelasi antara factor-faktor  yang lain. Lebih jauh lagi mungkin dapat diungkapkan hubungan antara sebab dan akibat, atau hubungan kausal antara factor dan factor yang lain.

Pertanyaan yang paling mudah dijawab oleh responden secara obyektif adalah sebagai berikut :

  • Pertanyaan fakta konkret mengenai diri pribadi.
  • Yang agak sukar adalah pertanyaan mengenai sikap, pendapat dan perasaan responden terhadap suatu peristiwa dan keadaan masyarakat.
  • Pertanyaan informasi mengenai gejala dan keadaan social yang nyata.
  • Dan sedangkan yang paling sukar adalah pertanyaan yang memcoba mengukur persepsi dari responden mengenai diri sendiri dalam hubungan dengan orang lain.

Cara yang paling sering digunakan dalam tes-tes psikologi guna untuk mengungkapkan perasaan yang benar-benar ada dalam sanubari seseorang, maka sering kali digunakan cara-cara yang selain kuesioner yang konvensional, antara lain adalah sebagai berikut :

a)      Sentence completion test, yaitu suatu tes di mana responden dipersilahkan menyelesaikan sendiri suatu kalimat yang sengaja belum selesai disusun.

b)      Picture completion test, yaitu suatu tes di mana responden diberikan sehelai kertas yang berisikan satu garis atau beberapa garis yang tak berarti dan diharap untuk membuat sesuatu gambar secara bebas, akan tetapi menggunakan penggaris dalam menggambar tersebut.

c)      Rorschah Ink blot test, yaitutes yang memakai sebagian alat untuk memancing respons, suatu seri dari sepuluh kartu dengan tetesan-tetesan tinta yang setandar bentuknya.

d)     Thematic apperception test, suatu tes yang memakai sebagai alat untuk memancing respon suatu seri dari kartu-kartu yang mengandung gambar-gambar  dari adegan  manusia dalam pergaulan antara satu dengan yang lainnya.

PERUMUSAN MASALAH

Yang sanggat diperhatikan dalam perumusan masalah adalah bahwa pertanyaan itu menyatakan dengan tegas dan jelas apa yang dimaksudkan, yang mengandung pertanyaan yang dapat diberikan satu interpretasi dan tak munhkin diberikan interpretasi lainnya. Pertanyaan yang senantiasa harus dihindari dalam penelitian ilmiah adalah pertanyaan yang menjurus (lending question), yaitu pertanyaan disusun dan dirumuskan dengan sudah diberikan nilai sebelumnya, sehingga jalan pikiran responden didorong oleh  satu jurusan  di mana terletak jawaban oleh si peneliti. Dan adapun pertanyaan contoh pertanyaan yang tidak jelas dan yang tidak tegas sebagai berikut :

Pertanyaan yang tidak tegas untuk responden, mengenai mobilitas masyarakat:

“Apakah saudara dulu pernah berpergian? ”. Kita dapat menyimpulkan bahwa pertanyaan tersebut menimbulkan banyak interpretasi diakibatkan dari ketidak konkretan pertanyaan tersebut.

Pertanyaan yang tidak jelas untuk responden, sebagai berikut :

“Apakah setuju dengan orang tua saudara? ”. Dari pertanyaan tersebut kita dapat menarik benang merah bahwa setuju atau tidak setuju pada umumnya tidak ditujukan pada orang, akan tetapi sikap itu mengenai suatu pendapat atau suatu usul atau saran.

BENTUK DAN SUSUNAN PERTANYAAN

Pertanyaan-pertanyaan yang digunakan dalam suatu kuesioner dapat mempunyai bentuk dan susunan yang berbeda-beda, tergantung dari sifat dan maksud peneliti. Adapun bentuk yang lazim pada umumnya dipakai adalah a) Pertanyaan terbuka (Open Questions), b) Pertanyaan tertutup (Closed Questions), c) Pertanyaan proyektif, dan d) Pertanyaan menghubungkan.

Pertanyaan terbuka, yaitu merupakan pertanyaan-pertanyaan memberi kepada responden kebebasan sepenuhnya untuk menjawab pertanyaan dengan cara bebas, menurut pengertiannya sendiri, menurut logika sendiri, dengan memakai istilah dan gaya bahasa sendiri. Dan sedangkan pertanyaan tertutup adalah merupakan pertanyaan yang diberikan kepada responden dengan memberikan jawaban yang dipersempit dan diberi pola serta kerangka disusun lebih dahulu, dengan catatan yang diberi kerangka adalah jawabannya bukan pertanyaannya. Disamping itu ada pertanyaan yang paling ekstrem adalah pertanyaan yang diberikan jawaban dengan “ya” atau “tidak” kalau jumlah jawaban yang dapat dipilih itu lebih dari dua, maka pertanyaan-pertanyaan serupa sering disebut multiple choice questions. Pertanyaan proyektif adalah pertanyaan dengan bentuk tersusun dan pertanyaan tanpa tersusun, dan seolah-olah diperoyeksikan di depan responden dan kemudian ia diminta memberi pemecahannya. Ini biasanya digunakan dalam ilmu psikologi dan antropologi yang dimaksudkan uintuk memberikan pendirian dari si responden dalam suatu masalah  social tertentu. Pertanyaan menghubung, yaitu pertanyaan ini dipergunakan seolah-olah sebagai instruktusi-instruksi bagi responden ntu menghubungkan satu pertanyaan dengan pertanyaan berikutnya atau sebelumnya dalam kuesioner.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: